PHOTO
JOURNEY

SAVING THE LAST TIGERS IN INDONESIA

FOTO JOURNEY

Foto Journey merupakan gagasan yang direncanakan oleh Tn. Parrot dan SINTAS Indonesia pada tanggal … Yang bertujuan untuk menceritakan kegiatan SINTAS melalui rangkaian foto aktivitas dalam mendukung keberlangsungan hidup satwa liar terutama Harimau Sumatera. SINTAS Indonesia merupakan NGO (Non Government Organization) yang fokus pada masalah lingkungan, terutama satwa liar yang dilindungi.

Setelah melalui proses panjang SINTAS dan Tn. Parrot sepakat memulai kegiatan yang akan dilaksanakan di Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk mendokumentasikan kegiatan PAGARI Salareh Aia. PAGARI (Patroli Alam Anak Nagari) merupakan komunitas masyarakat yang dibentuk oleh BKSDA Sumatera Barat bersama Yayasan Indonesia dan Centre for Orangutan Protection (COP).

TN. PARROT x SINTAS INDONESIA

EXPLORE LIFE

SAVING THE LAST TIGERS IN INDONESIA

Amirudin

Amirudin

Tahapan selanjutnya team dari Tn. Parrot mencari peserta yang akan diberikan sponsor untuk dikirim langsung kelapangan dan mendokumentasikan kegiatan tersebut. Seorang pemuda dari timur Indonesia, Labuan Bajo bernama Amirudin yang berhasil mendapatkan sponsor untuk berangkat langsung ke Sumatera Barat.

Amirudin merupakan pemuda yang aktif dalam mendukung konservasi alam di Taman Nasional Komodo, dengan bakat photography yang mumpuni membuat Amirudin atau yang kerap disapa Bang Amir mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini.

Sebelum keberangkatannya, Amir dibekali pengetahuan dasar tentang kegiatan dan apa yang ingin disampaiakan melalui hasil dokumentasi yang akan ia ambil.

PERJALANAN PUN DIMULAI…

Akhir tahun 2023 pada tanggal 31 Desember, Amir berangkat dari Labuan Bajo ke Jakarta untuk bertemu 

dengan salah satu team dari Tn. Parrot yang ikut serta mendampingi di lapangan.

TN. PARROT
X SINTAS

Tim Tn. Parrot sampai pada tanggal 31 Desember 2023 tepat pukul 21.00 WIB di Kota Padang. Agenda pertama yaitu meeting bersama SINTAS dan perwakilan BKSDA di kantor SINTAS Padang pada tanggal 3 Januari 2023 pukul 22.00 WIB. Meeting ini membahas permasalahan teknis sebelum ke lapangan dan tim Tn. Parrot menerima wejangan tentang sikap harimau di alam liar dari kepala BKSDA Kabupaten Agama.

MAKING A DIFFERENCE

FOR PEOPLE AND PLANET

Perjalanan menuju titik lokasi yang dituju merupakan pengalaman yang sangat menantang, pasalnya jalur yang dilewati merupakan jalanan tak beraspal dengan tanah yang licin karena hujan dan rawan longsor. Mobil yang kami Kendarai tidak bisa melewati jalur selanjutnya sehingga kami harus menaiki mobil dari tim BKSDA Sumatera Barat yang memang dirancang untuk menaklukan jalur ekstrim tersebut.

Sintas (3 of 9)

Saat melihat jalur yang sangat ekstrim, saya pribadi sempat berpikir tidak mungkin kita sampai ditujuan dengan mobil tersebut. Berkat kekuatan dan kelincahan driver kami bisa melewati jalur ekstrim tersebut. Sekitar pukul 11.30 WIB kami sampai di lokasi atau posko tempat kami bertemu dengan semua anggota PAGARI. Kami disambut oleh tim PAGARI dan saling memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan.

PETUALANGAN SEBENARNYA...

Seteleh bercengkrama kami makan siang bersama PAGARI, SINTAS, BKSDA Sumatera Barat dan Tn. Parrot. Kemudian setelah itu kami melakukan breafing sebelum berpatroli. Kami berjalan kaki menyusuri jalur persawahan dan dipandu oleh tim PAGARI. Cuaca di saat kami berangkat lumayan berawan dan tentunya kami membawa jas hujan untuk berjaga-jaga ketika hujan datang. 

Dalam perjalanan kami melewati area persawahan dan aliran Sungai, Sesampai nya di area sawah yang masih kosong, kami tidak menemukan tanda-tanda atau suatu jejak dari se-ekor Harimau. 

Setelah melewati persawahan kami di haruskan naik untuk mendaki beberapa meter, sesampainya di atas kami melihat banyak tehampar pohon-pohon yang sudah tumbang dan sengaja ditebang.

Dalam hati saya terbesit “konflik ini terjadi bukan karena Harimau yang masuk ke lahan mereka, tetapi mereka yang sudah merampas habitat Harimau” hanya asusmsi.

JEJAK KAMERA TRAP

Sampai di titik kamera trap pertama yang berada di tengah Perkebunan sawit, kami tim pagari memeriksa dan mengganti baterai kamera trap. Pada titik pertama ini kami tidak menemukan apapun. Selanjutnya menuju titik kamera kedua. Lokasinya berada tepat dipinggiran hutan. Dalam melewati perjalanan ke sana kami menuruni Lembah, tepat saat menuruni Lembah hujan deras tiba-tiba turun. Kami langsung menggunakan jas hujan dan setelah semuanya siap kami langsung melanjutkan perjalanan.

Sintas new (12 of 28)
Sintas new (13 of 28)

Sampai di lokasi kedua kami beristirahat di bawah pohon jengkol sembari memerikasi kamera trap. Kamera kedua menangkap gambar kera.

Setelah memerika dan memasang kembali kamera kami berdiskusi apakah akan melanjutkan perjalanan ke kandang komunal atau menyambung esok hari dan kami semua sepakat untuk menyelesaikan kegiatan saat itu juga.

Kami kembali tidak melewati jalur yang sama, tetapi kami diarahkan dan dipandu oleh tim PAGARI untuk melewati jalur yang menyusuri aliran Sungai dengan harapan bisa bertemu dengan se-ekor Buaya.

Untuk sampai di aliran sungai kami harus menuruni bukit dengan jalur yang licin karena hujan. Kami jalan beriringan menurun sehingga sampai di sebuah lubuak buayo yang di mana aliran Sungai berhenti di sebuah tikungan dan membantuk alur lingkaran namun terlihat diam. Biasanya warga sering melihat buaya di lokasi  tersebut. 

PHOTO JOURNEY

Oleh karena itu tempat aliran tersebut di sebut lubuak buayo. Selanjutnya kamu mengarah kembali ke basecamp dengan mengikuti aliran Sungai. Sepanjang aliran Sungai banyak daratan yang terkiris atau mengalami abrasi akibat curah hujan yang lumayan deras.

 

EXPLORE LIFE

One day can change a life, one life can  change

The world with you Explore Life | Explore Bali.

KANDANG KOMUNAL

Sampai di basecamp kami beristirahat sebentar sambil menikmati kopi yang disuguhkan oleh para istri  … Setelah cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan ke kandang komunal. Perjalanan ke kandang komunal sekitar 3 km dari basecamp. Dalam perjalanan saya melihat hamparan perbukitan yang sudah gundul dan berganti dengan tanaman kelapa sawit. Melewati perbukitan yang gundul, kami masuk ke dalam Perkebunan sawit yang kira-kira sudah berumur 7 tahun dan kami harus menyebrangi aliran anak Sungai.

SPONSOR

Kegiatan ini didukung oleh:

Tn. Parrot as the sponsor providing funding kegiatan

SINTAS as the on-field guide (Sumatra)

Sintas (5 of 9)

Name

Profesional

Donald has a PHD in both Computer Science and Design. His beginner course is a must see for any aspiring web professional who want to learn from the best.

Sintas new (18 of 28)

Name

Profesional

Donald has a PHD in both Computer Science and Design. His beginner course is a must see for any aspiring web professional who want to learn from the best.

Sintas (6 of 9)

Name

Profesional

If there’s someone who can explain anything, Gaby is the one. She teaches you not just how to do something, but why to do it this way and not the other.

Q: What can I do to help?

Lorem ipsum dolor sit amet, id falli adolescens eos, ubique aliquid necessitatibus eam id. Sit in odio affert posidonium, ea est omnis senserit. Has cu diam ferri complectitur, et aliquip patrioque eos. Ipsum dicant his ea, eu luptatum definitiones duo. 

Q: What animals are the most threatened?

Has cu diam ferri complectitur, et aliquip patrioque eos. Ipsum dicant his ea, eu luptatum definitiones duo.

Lorem ipsum dolor sit amet, id falli adolescens eos, ubique aliquid necessitatibus eam id.